Kisah Imam Ghazali Dijodohkan Nabi Khidir
Nabi Khidir adalah nabi yang sampai sekarang penuh dengan misteri. Banyak sekali ulama maupun para wali menceritakan sosoknya. Tak sedikit pula yang berkisah bahwa mereka pernah berjumpa dengannya. Salah satunya adalah Imam al-Ghazali.
Imam Al Ghazali, sebuah nama yang tidak asing di telinga kaum muslimin. Tokoh terkemuka dalam kancah filsafat dan tasawuf. Beliau memiliki pengaruh dan pemikiran yang telah menyebar ke seantero dunia islam. Ulama Mahsyur ini pernah berkisah tentang nabi misterius tersebut, bahkan menceritakan ciri-cirinya.
Dan ternyata pernikahan Imam al-Ghazali atas petunjuk nabi Khidir.
Cerita bermula saat Imam Ghazali berkunjung ke desanya. Ia kemudian mampir ke tempat madrasah, tempatnya pernah menimba ilmu. Sesampainya di madrasah tersebut, Imam al-Ghazali langsung disambut oleh gurunya. Namun tiba-tiba datanglah angin besar yang memporak-porandakan madrasah itu. Tentu hal ini membuat keduanya kaget. Ada apa gerangan yang menyebabkan peristiwa menyedihkan itu terjadi?
Terbayang dalam diri Imam al-Ghazali tentang madrasah yang menjadi tempatnya banyak menerima ilmu. Atas peristiwa ini gurunya kemudian melakukan muhasabah. "Dosa apakah aku sehingga muncul malapetaka seperti ini?" gumam guru Imam al-Ghazali
Tak lama kemudian gurunya menyuruh imam al-Ghazali untuk menemui Nabi Khidir as. dan bertanya dosa apa yang membuat madrasah roboh diterjang angin yang besar. Imam al-Ghazali taat pada perintah guru dan kemudian pergi berjalan sesuai petunjuknya. Sampai di pinggir pantai al-Ghazali melihat seorang yang sedang sibuk dan kemudian menyapanya, " Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh,"
" Waalaikum salam. Hendak mencari apa tuan hingga sampai ke pesisir pantai ini?" tanya nelayan tadi.
" Saya ingin bertanya. Apakah tahu dimana kediaman Nabi Khidir as?" tanya Imam Ghazali
" Saya tahu tuan, rumah dan masjidnya ada di dalam lautan sana," jawabnya sambil menunjuk jari telunjuknya kearah tengah laut
Tanpa pikir panjang Imam al-Ghazali langsung terjun ke laut menuju tempat yang ditunjuk nelayan tadi. Tidak ada rasa takut sedikitpun. Yang ada hanyalah memenuhi perintah gurunya. Kemudain terjadilah keajaiban. Pakaian dan tubuhnya tidak basah sedikitpun dan berjalan seperti di daratan.
Maka sampailah al-Ghazali di masjid Nabi Khidir dan melihatnya. " Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh?" sapa Imam al-Ghazali
" Waalaikumsalam," Jawab nabi Khidir.
Kemudian Imam Ghazali menyampaikan maksud dan tujuannya, yaitu menanyakan mengapa madrasah gurunya itu porak poranda. Dosa apa yang dilakukan gurunya itu sehingga tertimpa masalah yang berat. Pertanyaan tersebut kemudian dijawab oleh nabi Kihdr.
Guru al-Ghazali mempunyai seorang putri yang sudah waktunya menikah tetapi tidak dicarikan suami. Allah SWT mengirimkan angin besar sebagai sebuah peringatan untuknya. Jawaban nabi Khidir itu kemudian menggelitik hati Imam Ghazali dan kemudian bertanya, " Wahai nabi Khidir, siapakah lelaki yang berjodoh dengan putri guru kami?"
" Engkaulah yang menjadi jodohnya wahai al-Ghazali," jawab nabi Khidir.
Setelah mendengar jawaban tersebut al-Ghazali bergegas pulang menemui gurunya. Sesampainya di tempat gurunya, Imam Ghazali menceritakan apa yang dialaminya. Akhirnya Imam al-Ghazali dijodohkan dengan putri gurunya itu.
Wallahu a'lam
Sumber Cerita ini memang belum diketahui pasti kebenarannya. Apabila ada kekeliruan mohon dimaafkan, adanya saya menulis cerita ini hanya untuk sebagai penambah ilmu dan menyampaikan cerita dari kisah salah satu ulama besar dan nabi Allah. Tolong jangan di telan mentah-mentah, ambil sisi positifnya saja. Terima kasih.
Sumber akun instagram @muhammad_khalil_99



Komentar
Posting Komentar