Tukang Kebersihan yang Diremehkan






















kisah singkat kebalikan dari pernyataan "rich outside, poor inside"

Cerita ini berasal dari tukang kebersihan komplek saya, yang akrab dipanggil black/blek

Dia ini merupakan seorang tukang kebersihan dengan gaji 1 juta/bulan. Berbekal modal 7 juta dari hasil gaji yang ia kumpulkan, dia  membeli benih lele dari salah seorang penjual benih lele di komplek tempatnya bekerja dan segala peralatan persiapan usaha ternak lelenya. berbulan-bulan dia tekun ternak lele, sekarang peternakan lelenya sudah lumayan besar, dia jual ke tengkulak, keuntungan bersihnya sendiri tiap bulan 10 juta, jauh sekali dari gajinya sebagai tukang kebersihan komplek perumahan. dia juga sudah mampu membeli mobil 75 juta secara cash, tanpa nyicil. meskipun dirinya sudah memiliki penghasilan yang berkali lipat dari gajinya sebagai tukang kebersihan, dirinya masih bekerja sebagai tukang kebersihan di komplek perumahan saya sampai sekarang. 

yang saya sampaikan betul kisah nyata

cerita diatas mungkin tergambarkan mudahnya berwirausaha ataupun mudahnya mendapat kekayaan, tapi kenyataannya tidak seperti itu. untuk mendapat kesuksesan diperlukan keuletan, kesabaran, dan yang paling penting ilmu. apapun pekerjaanmu, jika di lengkapi dengan ilmu dan kesabaran, pasti berhasil.

ibarat gunung es, sang tukang kebersihan ini dikenal oleh orang sekitar sebagai tukang kebersihan komplek, namun kenyataannya dia adalah seorang peternak dengan penghasilan puluhan juta perbulan hanya dari keuntungan bersih saja. sama juga seperti cerita singkat diatas, perjalanan kisah si tukang kebersihan hanya tertuang dalam satu paragraf, cerita yang sebenarnya mungkin bisa lebih dari 1000 halaman buku. cerita diatas hanya menceritakan sisi enak dari kisahnya, cerita yang sebenarnya mungkin penuh dengan ketidakenakan yang tak mungkin bisa dijelaskan

seseorang dapat berubah, jika dia sendiri benar-benar ingin berubah dan terus bersabar atas rintangan yang datang.

seseorang dapat berubah, jika ia terus melakukannya dan terus bangkit dari kegagalannya

jangan memandang rendah seseorang hanya karena pekerjaannya, selama pekerjaannya itu hallal dan baik dia layak dihormati juga. 

Komentar

Postingan Populer